Dampak Urbanisasi Terhadap Pola Penyebaran Penyakit Menular Baru pada Komunitas Peri-Urban

Authors

  • Rizky Syahputra Institute Kesehatan Imelda, Medan Author
  • Desy Amalia Institute Kesehatan Imelda, Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.69688/jkpm.v2i1.218

Keywords:

Penyakit Menular Baru, Komunitas Peri-Urban, Kesehatan Masyarakat, Tata Guna Lahan, Mobilitas Penduduk

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fenomena urbanisasi yang tidak terencana dengan penyebaran penyakit menular baru di wilayah peri-urban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods). Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 200 responden menggunakan purposive sampling, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi logistik dan analisis tematik melalui perangkat lunak SPSS dan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara urbanisasi dan peningkatan kasus penyakit. Perubahan tata guna lahan meningkatkan kejadian demam berdarah sebesar 30%, sedangkan keterbatasan akses air bersih meningkatkan risiko leptospirosis sebesar 25%. Distribusi spasial menunjukkan konsentrasi kasus pada area dengan kepadatan hunian tinggi dan sanitasi rendah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa urbanisasi tidak terencana memperburuk transmisi penyakit, namun peningkatan akses kesehatan dan pengelolaan limbah yang baik dapat mereduksi risiko hingga 40%. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur kesehatan masyarakat terkait urgensi penataan ruang di komunitas peri-urban.

References

Adiguna, R., & Setiawan, B. (2021). Dampak urbanisasi terhadap perubahan penggunaan lahan dan kualitas lingkungan di wilayah peri-urban. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 17(2), 145–158. https://doi.org/10.14710/pwk.v17i2.32104

Arifin, Z., & Handayani, S. (2020). Analisis spasial kepadatan hunian dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 32–40. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.32-40

Budiman, A., & Kusnanto, H. (2022). Hubungan akses air bersih dan pengelolaan limbah rumah tangga dengan kejadian leptospirosis di daerah endemik. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 7(1), 210–222. https://doi.org/10.14710/jekk.v7i1.13542

Johnson, M. P., & Brown, T. (2019). Urbanization and the spread of infectious diseases: A global perspective. Academic Press.

Prasetyo, D., & Utami, R. (2023). Dinamika wilayah peri-urban: Tantangan infrastruktur kesehatan dan transmisi penyakit menular baru. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 15(1), 45–59. https://doi.org/10.20885/jstl.vol15.iss1.art4

Saputra, H., & Rahayu, P. (2021). Perencanaan tata ruang dan mitigasi penyakit berbasis lingkungan di pemukiman padat penduduk. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA, 4(2), 188–201. https://doi.org/10.31101/juara.v4i2.1560

Wahyudi, S. (2022). Analisis regresi logistik faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kawasan urban. Jurnal Statistika dan Aplikasinya, 6(2), 88–97. https://doi.org/10.21009/jsa.v6i2.28400

Downloads

Published

2025-05-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dampak Urbanisasi Terhadap Pola Penyebaran Penyakit Menular Baru pada Komunitas Peri-Urban. (2025). Wellness Jurnal Kesehatan Dan Pelayanan Masyarakat, 2(1), 7-11. https://doi.org/10.69688/jkpm.v2i1.218