Strategi Peningkatan Literasi Digital bagi Lansia E-Elderly untuk Mencegah Penyebaran Disinformasi (Hoaks) Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.69688/keyboard.v3i1.278Keywords:
Literasi Digital, Lansia, Hoaks Kesehatan, E-Elderly, Media SosialAbstract
Kelompok lanjut usia (lansia) menjadi salah satu segmen yang paling rentan terpapar disinformasi atau hoaks kesehatan di media sosial karena keterbatasan literasi digital. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mengidentifikasi, memverifikasi, dan memutus rantai penyebaran hoaks melalui program pendampingan "E-Elderly". Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan fitur fact-checking sederhana, dan simulasi pemilahan pesan di grup WhatsApp. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kritis lansia dalam membedakan informasi berbasis fakta dan opini menyesatkan sebesar 78%. Temuan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa penurunan fungsi kognitif bukan hambatan utama, melainkan kurangnya antarmuka edukasi yang ramah lansia. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi literasi digital yang inklusif dapat menjadi benteng pertahanan bagi lansia dalam menghadapi banjir informasi kesehatan yang tidak akurat.
References
Aftab, P. (2018). Cyber-Safety for Senior Citizens. Digital Life Press.
Bukhari, A. & dkk. (2021). Pola Penyebaran Hoaks di Kalangan Lansia pada Masa Pandemi. Jurnal Komunikasi Massa, 14(1), 45–58.
Fauzi, M. (2020). Literasi Media dan Tantangan Disinformasi. Pustaka Utama.
Informatika, K. K. (2023). Status Literasi Digital Indonesia 2022. Kemenkominfo.
Jones, K. & dkk. (2022). Active Learning in Digital Literacy: A New Approach for Gen Z and Seniors. Journal of Educational Technology, 45(1), 22–38.
Miller, R. (2021). Psychology of Digital Interaction. Academic Press.
Nilan, P. (2020). Social Media and Information Literacy. Springer.
Pratama, B. A. (2021). Efektivitas Simulasi dalam Pembelajaran Etika Siber bagi Kelompok Rentan. Jurnal Pendidikan Teknologi, 10(3), 201–215.
Rahayu, S. (2023). Karakteristik Lansia dalam Mengonsumsi Berita Kesehatan di WhatsApp. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 19(2), 110–125.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information Disorder: Toward an Interdisciplinary Framework for Research and Policymaking. Council of Europe.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fricles Ariwisanto Sianturi, Sondang Sipayung (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

