Optimasi Produksi Bioetanol Generasi Kedua dari Selulosa Limbah Pertanian menggunakan Konsorsium Mikroba Termofilik

Authors

  • Januardi R Saragih Universitas Satya Kencana Author
  • Desmon Ginting Universitas Satya Kencana Author

DOI:

https://doi.org/10.69688/katera.v3i1.288

Keywords:

Bioetanol Generasi Kedua, Limbah Pertanian, Selulosa, Mikroba Termofilik, Optimasi Proses, Energi Terbarukan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi bioetanol generasi kedua dari selulosa limbah pertanian menggunakan konsorsium mikroba termofilik. Metode yang digunakan meliputi pretreatment bahan lignoselulosa secara kimia dan fisik, diikuti dengan proses hidrolisis enzimatik dan fermentasi simultan menggunakan konsorsium mikroba termofilik. Variasi parameter proses seperti suhu, pH, dan waktu fermentasi dioptimalkan untuk memperoleh hasil bioetanol maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsorsium mikroba termofilik mampu meningkatkan efisiensi konversi selulosa menjadi bioetanol dibandingkan dengan penggunaan mikroba tunggal. Kondisi optimum diperoleh pada suhu tinggi (50–60°C) dengan pH netral hingga sedikit asam, yang menghasilkan peningkatan rendemen bioetanol secara signifikan. Selain itu, proses ini menunjukkan potensi dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, optimasi produksi bioetanol berbasis limbah lignoselulosa menggunakan konsorsium mikroba termofilik merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untuk pengembangan bioenergi di masa depan.

References

[1] R. K. Singh and A. K. Tiwari, “Recent Advances in Second-Generation Bioethanol Production: Focus on Lignocellulosic Waste Valorization,” Renew. Sust. Energ. Rev, no. 111305, Sep. 2021.

[2] M. S. Hassan, T. H. Kim, and J. R. Bastidas-Oyanedel, “Thermophilic Microbial Consortia: A Robust Tool for Simultaneous Saccharification and Fermentation of Cellulose,” Bioresour. Technol, no. 126488, Feb. 2022.

[3] L. Zhang, Y. Wang, and X. Zhou, “Optimizing Cellulase Production from Agricultural Residues Using Thermophilic Fungal Consortia,” J. Clean. Prod, no. 127815, Aug. 2021.

[4] S. Prasertwasu and P. Kittikun, “Consolidated Bioprocessing of Oil Palm Empty Fruit Bunch to Bioethanol by Thermophilic Microbial Communities,” Bioprocess Biosyst. Eng, vol. 46, no. 4, pp. 589-602, Apr. 2023.

[5] G. A. S. Rani, M. S. Sudhir, and K. P. Gopinath, “Pretreatment and Optimization Strategies for Second-Generation Bioethanol: A 2024 Perspective,” Fuel, no. 129412, Jan. 2024.

[6] J. R. Saragih and D. Ginting, “Efisiensi Hidrolisis Selulosa dari Limbah Pertanian Tropis menggunakan Mikroba Termofilik Lokal,” J. Teknol. Ind. Pertan, vol. 33, no. 1, pp. 22-34, Apr. 2023.

[7] T. R. Lloyd and C. E. Wyman, “Combined Sugar Yields as a Tool to Compare Performance of Thermophilic vs. Mesophilic Degradation of Cellulose,” Biotechnol. Biofuels Bioprod, no. 42, Mar. 2024.

[8] A. Adityawan and B. Kurniawan, “Integrasi Semiotika Visual Ornamen Tradisional dalam Perancangan Identitas Brand Kontemporer,” Jurnal Desain Komunikasi Visual (DKV) Indonesia, vol. 11, no. 1, pp. 45–60, 2025.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Optimasi Produksi Bioetanol Generasi Kedua dari Selulosa Limbah Pertanian menggunakan Konsorsium Mikroba Termofilik. (2026). Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(1), 12-16. https://doi.org/10.69688/katera.v3i1.288