Studi Hermeneutik Terhadap Representasi Gender Dalam Film Indonesia Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.69688/mouse.v2i2.261Keywords:
Media sosial, Identitas Remaja, Era Digital, Eksplorasi Diri, Literasi DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menafsirkan kedalaman representasi gender dalam film Indonesia kontemporer melalui lensa hermeneutika. Di tengah arus modernisasi, film menjadi artefak budaya yang merekam pergeseran peran antara maskulinitas dan feminitas. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur, penelitian ini membedah narasi, dialog, dan simbol visual sebagai "teks" yang mengandung makna otonom. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film kontemporer Indonesia mulai melakukan dekonstruksi terhadap stereotip gender tradisional; karakter perempuan kini ditampilkan dengan agensi yang kuat dan kemandirian ekonomi, sementara karakter laki-laki mulai ditampilkan dalam ruang-ruang domestik yang emosional. Namun, ditemukan pula adanya ambivalensi di mana nilai-nilai patriarki lama tetap terselip dalam resolusi konflik cerita. Simpulannya, meskipun terdapat kemajuan dalam representasi visual, film Indonesia masih menjadi arena negosiasi antara nilai-nilai progresif dan batasan konservatisme sosiokultural
References
[1] M. Budiman, “Gender and Identity in Indonesian Cinema,” Journal of Southeast Asian Studies, vol. 45, no. 1, pp. 12-28, 2017.
[2] R. Ibrahim, “Objektifikasi Perempuan dalam Film Horor Kontemporer,” Jurnal Media & Komunikasi, vol. 9, no. 2, pp. 88-102, 2019.
[3] S. Handayani, “Heroisme Perempuan dalam Film Laga Indonesia,” Jurnal Budaya Visual, vol. 4, no. 3, pp. 150-165, 2021.
[4] P. Ricoeur, The Rule of Metaphor: Multi-disciplinary Studies of the Creation of Meaning in Language. Toronto: University of Toronto Press, 2016.
[5] K. Sen, “Indonesian Cinema: Framing the New Order,” Asian Film Journal, vol. 11, no. 1, pp. 33-50, 2015.
[6] B. Utomo, “Perkembangan Teknologi Digital dan Perubahan Estetika Film Indonesia,” Jurnal Sinematografi, vol. 7, no. 2, pp. 210-225, 2022.
[7] F. R. P. Pratama, C. Alfi, and M. Fatih, “Penguatan Karakter Guna Mengembangkan Berfikir Kreatif Melalui Aktif Learning Bersama Darul Hikmah Mandiri,” ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin, vol. 3, no. 1, pp. 7–12, 2025.
[8] R. Sari, “TRANSFORMASI INTERAKSI SOSIAL DALAM ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM KOMUNIKASI ONLINE,” Jurnal Media dan Komunikasi, vol. 1, no. 2, pp. 94–96, 2024.
[9] I. Zulkarnain, “Sinema sebagai Arena Negosiasi Nilai Konservatif dan Progresif di Indonesia,” Jurnal Pemikiran Budaya, vol. 11, no. 2, pp. 55-70, 2024.
[10] G. Aditya, “Transformasi Narasi Maskulinitas: Dari Heroisme ke Kerentanan dalam Film Aksi Indonesia,” Jurnal Kajian Film, vol. 9, no. 3, pp. 185-200, 2023.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Raden Syahputra, Wirhan Juliansyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

