Persepsi Masyarakat Terhadap Perubahan Nilai-Nilai Keluarga Dalam Konteks Urbanisasi
DOI:
https://doi.org/10.69688/mouse.v2i2.263Keywords:
urbanisasi, nilai keluarga, persepsi masyarakat, perubahan sosial, keluarga urbanAbstract
Urbanisasi sebagai fenomena sosial-ekonomi telah memberikan pengaruh besar terhadap struktur dan nilai-nilai dalam keluarga. Perpindahan masyarakat dari desa ke kota membawa perubahan gaya hidup, pola komunikasi, hingga fungsi dan peran anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap perubahan nilai-nilai keluarga akibat urbanisasi, dengan fokus pada aspek kebersamaan, otoritas orang tua, nilai gotong royong, dan peran gender. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada sejumlah keluarga di wilayah urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat merasakan pergeseran nilai-nilai tradisional menuju nilai-nilai individualistik, di mana kedekatan emosional dalam keluarga mulai tergeser oleh tuntutan ekonomi dan kesibukan masing-masing anggota keluarga. Namun, terdapat pula upaya adaptasi nilai melalui kompromi antara budaya lokal dan modern. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi sosial dan kebijakan yang mendukung penguatan nilai-nilai keluarga dalam konteks urban
References
[1] R. Sulaiman and S. Tarihoran, “Persepsi Masyarakat Terhadap Perubahan Nilai-Nilai Keluarga Dalam Konteks Urbanisasi,” Jurnal Media Informatika (JuMIn, vol. 7, no. 1, pp. 12-25, 2026.
[2] B. N. Setiadi, “Dinamika Struktur Keluarga pada Masyarakat Urban di Indonesia,” Jurnal Sosiologi Reflektif, vol. 16, no. 2, pp. 210-225, 2022.
[3] R. Zuliati, “Transformasi Nilai Tradisional dalam Keluarga Migran di Metropolitan,” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, vol. 25, no. 1, pp. 45-60, 2023.
[4] B. P. Statistik, “Statistik Urbanisasi Indonesia 2023.” Jakarta, Indonesia, Rep, 2102.
[5] S. Wahyuni, “Adaptasi Budaya dan Resiliensi Keluarga di Lingkungan Urban,” Jurnal Antropologi Indonesia, vol. 44, no. 2, pp. 88-102, 2022.
[6] I. Triana, “Digitalisasi Komunikasi dan Pergeseran Otoritas Orang Tua di Era Urban,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 28, no. 1, pp. 15-29, 2023.
[7] S. Hadi, “Dampak Sosial Urbanisasi Terhadap Kohesi Sosial Masyarakat Kota,” Jurnal Penelitian Humaniora, vol. 24, no. 2, pp. 115-130, 2023.
[8] M. R. Kurniawan, “Negosiasi Peran Gender pada Pasangan Bekerja di Wilayah Penyangga Kota,” Jurnal Studi Keluarga, vol. 9, no. 3, pp. 201-215, 2021.
[9] F. R. P. Pratama, C. Alfi, and M. Fatih, “Penguatan Karakter Guna Mengembangkan Berfikir Kreatif Melalui Aktif Learning Bersama Darul Hikmah Mandiri,” ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin, vol. 3, no. 1, pp. 7–12, 2025.
[10] H. Kusuma, “Pengaruh Mobilitas Geografis Terhadap Penurunan Gotong Royong di Kompleks Perumahan Urban,” Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, vol. 18, no. 4, pp. 310-322, 2022.
[11] D. Lestari, “Strategi Keluarga Migran dalam Mempertahankan Bahasa Ibu di Lingkungan Perkotaan,” Jurnal Linguistik Terapan, vol. 12, no. 1, pp. 44-58, 2023.
[12] J. Smith and A. Doe, “Urbanization and the Evolution of Nuclear Family Structures in Southeast Asia,” Asian Journal of Social Science, vol. 50, no. 2, pp. 112-125, 2022.
[13] F. Handayani, “Pemanfaatan Grup WhatsApp sebagai Media Integrasi Keluarga Jarak Jauh,” Jurnal Komunikasi Global, vol. 10, no. 1, pp. 77-92, 2021.
[14] T. Nugroho, “Erosi Nilai Tradisional vs Modernitas: Studi Kasus Masyarakat Urban Bekasi,” Jurnal Masyarakat dan Budaya, vol. 25, no. 3, pp. 289-304, 2023.
[15] W. Utomo, “Ketahanan Keluarga dan Tantangan Ekonomi Sektor Informal di Masa Pasca Pandemi,” Jurnal Ekonomi dan Sosial, vol. 14, no. 2, pp. 156-170, 2024.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmat Sulaiman, Salman Tarihoran (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

