Transformasi Ritual Keagamaan Dalam Masyarakat Perkotaan: Antara Tradisi Dan Modernitas.

Authors

  • Sulaiman Gurusinga Unversitas Labuhan Permata Author

DOI:

https://doi.org/10.69688/mouse.v2i2.265

Keywords:

Ritual keagamaan, masyarakat perkotaan, tradisi, modernitas, transformasi sosial

Abstract

Transformasi ritual keagamaan di masyarakat perkotaan menjadi fenomena yang kompleks akibat dinamika antara pelestarian tradisi dan penetrasi nilai-nilai modernitas. Studi ini bertujuan untuk mengkaji perubahan bentuk, makna, dan fungsi ritual keagamaan dalam konteks urban, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam di beberapa komunitas keagamaan di kota besar, ditemukan bahwa ritual-ritual mengalami adaptasi signifikan baik dari segi waktu pelaksanaan, tempat, hingga media yang digunakan, seperti pemanfaatan teknologi digital. Namun demikian, esensi spiritual dan nilai-nilai komunal tetap dipertahankan meski dalam format yang lebih fleksibel. Hasil penelitian menunjukkan adanya dialektika antara tradisi dan modernitas, yang tidak selalu bersifat kontradiktif, tetapi justru menciptakan bentuk baru keberagamaan yang kontekstual dengan kehidupan masyarakat urban. Studi ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika keberagamaan di tengah transformasi sosial budaya kota

References

[1] M. A. Sulaiman, “Digital religion and ritual transformation: Indonesian Muslims and online prayer communities during the pandemic,” International Journal of Sociology of Religion, vol. 32, no. 3, pp. 250-268, 2021.

[2] A. G. S. G. Campbell, Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media, 2nd ed. London, UK: Routledge, 2022.

[3] H. Campbell and S. Evolvi, “Contextualizing digital religion: A study of digital faith and practice,” New Media & Society, vol. 24, no. 4, pp. 915-932, 2022.

[4] N. K. Singh and A. S. Prasad, “Urbanization and the shift in religious rituals: A study of metropolitan dynamics,” Journal of Urban Sociology, vol. 15, no. 2, pp. 112-128, 2023.

[5] R. W. Hefner, “Islam and the problem of democratization in the digital age,” Sociology of Religion, vol. 84, no. 1, pp. 45-67, 2024.

[6] S. Hoover, The Media and Religious Authority Revisited. New York, NY: NYU Press, 2021.

[7] M. Bruinessen, “The conservative turn and digital traditionalism in Indonesian Islam,” South East Asia Research, vol. 31, no. 2, pp. 201-218, 2023.

[8] L. Dawson and D. Cowan, Religion Online: Finding Faith on the Internet, 2nd ed. New York, NY: Routledge, 2024.

[9] P. Beyer, “Globalization and the transformation of religious ritual systems,” Global Networks, vol. 22, no. 3, pp. 410-425, 2022.

[10] A. Possamai, “Hyper-culturalism and the future of urban religious rituals,” Journal of Contemporary Religion, vol. 38, no. 1, pp. 89-104, 2023.

[11] J. B. Hoesterey, “Visual piety and digital branding in modern Indonesia,” Anthropology of Religion, vol. 12, no. 4, pp. 301-320, 2022.

[12] K. Radde-Antweiler and X. Zeiler, The Routledge Handbook of Religion and Journalism. London, UK: Routledge, 2021.

[13] R. G. Wagner, “Ritual in the digital age: Between individualization and community,” Social Compass, vol. 70, no. 2, pp. 215-231, 2023.

Downloads

Published

2025-07-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Transformasi Ritual Keagamaan Dalam Masyarakat Perkotaan: Antara Tradisi Dan Modernitas. (2025). MOUSE JURNAL HUMANIORA, 2(2), 49-52. https://doi.org/10.69688/mouse.v2i2.265