Penguatan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Keluarga) Dalam Mengatasi Masalah Stunting Pada Balita

Authors

  • Zakiah Zakiah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author
  • Isrowiyatun Daiyah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author
  • Uniarti Uniarti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Author

DOI:

https://doi.org/10.69688/jpmp.v2i2.185

Keywords:

Stunting, Balita

Abstract

Stunting dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit dan kematian, keterlambatan perkembangan motorik, dan pertumbuhan mental yang terhambat. Angka kejadian stunting di Kabupaten Banjar menempati urutan ketiga tertinggi, dan Puskesmas Aluh-Aluh memiliki prevalensi stunting yang tinggi yaitu 50%. Untuk mengatasi masalah tersebut kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ASI eksklusif, pengelolaan makanan sehat dan gizi seimbang, pengetahuan tumbuh kembang balita, dan PHBS.

Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan tentang stunting, stimulasi tumbuh kembang anak, gizi balita, keterampilan stimulasi tumbuh kembang dengan Pijat Tuina, praktik penerapan PHBS dengan cuci tangan pakai sabun, dan pemberian makanan sehat untuk balita. Tahap terakhir, dilakukan evaluasi intervensi berupa pre dan post test terkait pengetahuan dan menggali kendala yang dihadapi dalam merangsang tumbuh kembang balita.

Hasilnya adalah 58 ibu balita. Ada pre-test dan post-test pengetahuan tentang stunting, stimulasi tumbuh kembang anak, dan gizi seimbang untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta. Ditemukan peningkatan 15% dalam pengetahuan.

References

Aryastmai N.K, T.I., 2017. Kajian kebijakan dan penanggulangan masalah gizi stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan 45.

Bloem, M., de Pee S, Hop LT, Khan NC, Laillou A, Minarto, 2013. Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: Lessons from the ASEAN countries workshop. Food Nutr Bull 34.

Kementrian PPN, Bappenas, 2018. Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional.

Kusharisupeni, 2002. Peran Status Kelahiran ter-hadap Stunting pada Bayi. Jurnal Kedokteran 73—80.

Picauly I, Magdalena S, n.d. Analisis determinan dan pengaruh stunting terhadap prestasi belajar anak sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan; 8 1, 55–62.

Pudjiadi, S, 2005. Ilmu Gizi Klinis Pada Anak. Edisi Keempat. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

Semba RD, De PS, Sun K, Sari M, Akhter N, Bloem MW, 2008. Effect of parental formal education on risk of child stunting in indonesia and bangladesh: a cross sectional study. The Lancet Article 322–328.

Ulfani DH, Martianto D, Baliwati YF, 2011. Faktor-Faktor Sosial Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Kaitannya dengan Masalah Gizi Underweight, Stunted, dan Wasted di Indonesia: Pendekatan Ekologi Gizi. Jurnal Gizi dan Pangan 6.

UNICEF Indonesia, 2013. Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak.

Yulidasari, F., 2013. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Downloads

Published

2024-02-26

How to Cite

Penguatan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Keluarga) Dalam Mengatasi Masalah Stunting Pada Balita. (2024). Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara, 2(2), 39-44. https://doi.org/10.69688/jpmp.v2i2.185